TUGAS 3
ANALISI, PANDANGAN DAN OPINI
Tugas A : Menganalisis Hasil Tes Gaya Belajar Saya
Learning Styles Results |
|
Results for: HIDDAYAH MAWARDIANA
ACT X REF 11 9 7 5 3 1 1 3 5 7 9 11 <-- --> SEN X INT 11 9 7 5 3 1 1 3 5 7 9 11 <-- --> VIS X VRB 11 9 7 5 3 1 1 3 5 7 9 11 <-- --> SEQ X GLO 11 9 7 5 3 1 1 3 5 7 9 11 <-- -->
|
|
|
ANALISIS GAYA BELAJAR
D
|
ata diatas adalah hasil tes gaya
belajar saya. Nilai yang saya dapatkan
adalah 7 untuk Active, 9 untuk Sensory, 11 untuk Visual, dan 3 untuk
Global. Artinya adalah saya pembelajar aktif yang memilih untuk memanipulasi
obyek, melakukan percobaan fisik, dan belajar dengan mencoba. Saya menikmati
bekerja dalam kelompok untuk mencari tahu masalah. Saya akan bertindak sebelum
saya pikir saya cenderung terburu-buru menghakimi dan berpotensi kurang
informasi. Saya perlu berkonsentrasi dalam menyimpulkan situasi, dan meluangkan
waktu untuk duduk sendiri dalam mencerna informasi yang telah saya berikan
sebelum melompat dalam dan mendiskusikannya dengan orang lain.
Tugas B : Menganalisis Jurnal
Dalam hasil
Sensory berarti saya tipe orang yang lebih konkret, informasi praktis, dan
procedural, serta mencari fakta. Saya terlalu mengandalkan penginderaan, saya
dapat cenderung memilih apa yang akrab, dan berkonsentrasi pada fakta-fakta
yang saya tahu bukannya inovatif dan beradaptasi dengan situasi baru.
Saya termasuk
pelajar visual yang lebih memilih grafik, gambar, dan diagram. Saya akan
mencari representasi visual dari informasi.
Dan dalam
hasil global berarti saya lebih memilih pendekatan holistik dan sistematis.
Saya melihat gambaran besar pertama dan kemudian mengisi detail.
4. LEARNING AND TEACHING STYLES IN
ENGINEERING EDUCATION
[Engr. Education, 78(7),
674–681 (1988)]
D
|
alam buku ini salah
satu tujuannya adalah untuk memberikan beberapa pandangan tentang pembelajaran
dan pengajaran berdasarkan keahlian Dr. Silverman dalam psikologi pendidikan
dan pengalamannya dalam pendidikan teknik yang akan sedikit membantu kita dalam
memahami gaya belajar dan mengajar dalam pendidikan teknik.
Penulis
percaya bahwa belajar adalah usaha dalam meningkatkan proses pembelajaran yang
berbeda melalui prioritas pendekatan pengajaran yang berbeda, metode terbaik
pengajaran sekurang-kurangnya di bawah tingkat sekolah pascasarjana.
Selanjutnya apakah ia akan disebut masalah pembelajaran berbasis, penemuan
belajar, penyelidikan belajar, atau beberapa variasi pada pembahasan. Di sisi
lain, metode pengajaran tradisional college adalah kemunduran, dimulai dengan
"dasar-dasar" dan melanjutkan ke aplikasi.
Masalah dengan presentasi induktif adalah bahwa hal itu tidak
ringkas dan preskriptif.
Kita harus mengambil masalah yang rumit atau kumpulan pengamatan atau data dan
mencoba untuk memahami itu. Kebanyakan siswa akan
mengatakan bahwa mereka lebih suka deduktif presentasi. Perubahan
dimensi dimensi verbal visual dan pendengaran.Yang termasuk dalam "Visual" informasi adalah gambar,
diagram, grafik, plot, animasi, dll. Sedangkan informasi "pendengaran" ialah kata yang diucapkan
dan suara.
Dengan
menggunakan kaedah atau pendekatan serta model-model gaya pembelajaran dapat
membantu kita mengetahui dan memahami pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk
seseorang terutama mahasiswa teknik. Selain itu, pendekatan yang berkesan dapat
membantu kita memperkasakan kekuatan diri pelajar dan mengadaptasikan situasi
yang boleh membantu ke arah keberkesanan pembelajaran, menjadikan guru yang
lebih fleksibel apabila berada di luar suasana pembelajaran ideal dan akhirnya
dapat meningkatkan pencapaian pelajar dalam bidang akademik. Hal ini
menunjukkan bahawa cara pengajaran guru memainkan peranan penting dalam
mempengaruhi prestasi pelajar. Ini bermaksud guru perlu berani, berkeyakinan,
berkemahiran dan sentiasa berfikiran positif, kritis serta dinamik dalam usaha menyampaikan
ilmu kepada pelajar.
Bagi
mahasiswa teknik gaya belajar yang inovatif akan lebih membuat mereka lebih
bersemangat dan lebih mudah memahami pembelajaran. Gaya pembelajaran “visual”
akan lebih disukai dalam mengajar. Mahasiswa akan cenderung lebih interest terhadap materi yang diberikan.
10.
Richard
M. Felder and Rebecca Brent (2005) Understanding Student Differences Journal of Engineering Education, 94 (1), 57-72
s
|
iswa
berbeda satu sama lain dalam gaya belajar mereka, termasuk jenis-jenis
instruksi yang dapat
mereka repon dengan baik, cara mereka memahami studi mereka
dan sikap-sikap mereka menanggapi
pengetahuan serta peran mereka dalam membangun itu.
Mencirikan siswa gaya belajar siswa, orientasi untuk belajar,
dan tingkat pengembangan intelektual teknik siswa harus
dinilai dan dianalisis. Perbedaan dalam tiga
hal tersebut harus diidentifikasi antara siswa melalui
- Tingkat yang berbeda dari kurikulum teknik
- Siswa dalam berbagai cabang teknik
- Siswa dari berbagai macam sekolah
- Siswa dan mahasiswa dalam disiplin lain
- Mahasiswa dan fakultas mereka
Pada
akhirnya setiap pengajar harus mengenali gaya belajar
siswanya, dan pengajar juga harus memiliki sikap seperti gaya belajar yang
dimiliki setiap siswanya.
Satu pemahaman dapat berbeda karena dipengaruhi cara
penyampain informasi dari pendidik dan modalitas gaya belajar setiap individu.
Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda dan bisa belajar dengan lebih
baik dengan cara yang berbeda-beda.
Memahami gaya belajar setiap siswa merupakan cara terbaik
untuk memaksimalkan proses belajar dikelas. Setelah siswa mengetahui gaya
belajar dan metode terbaik, untuk membatu dalam belajarnya, dapat dilihat
kemampuan siswa dalam memahami sesuatu akan perkembangan dengan pesat dikelas,
bahkan di mata pelajaran yang sebelumnya di anggap susah dan rumit. Pengajar
hendaknya melakukan gebrakan-gebrakan baru agar siswa tidak bosan dengan gaya
belajar yang itu-itu saja dan dapat dengan mudah memahaminya, salah satu
caranya adalah sebagai berikut :
- Gunakan audio dalam pembelajaran (musik, radio, dll),
- Saat belajar, biarkan mereka membaca dengan nyaring dan suara keras,
- Seringlah memberi pertanyaan kepada mereka,
- Menggunakan rekaman,
- Biarkan mereka menjelaskan dengan kata-kata,
- Biarkan mereka menuliskan apa yang mereka pahami tentang satu mata pelajaran,
- Belajar berkelompok.
Bayangkan jika pengajar
mengajar hanya dengan metode ceramah mulai dari awal hingga akhir, sedangkan
dalam satu kelas kecenderungannya lebih banyak pembelajar visual atau
kinestetik, maka yang terjadi adalah suasana yang tidak menyenangkan.
Siswa-siswa visual dan kinestetis akan mulai merasa bosan dengan apa yang
diceramahkan, hingga yang terjadi mereka akan mulai mencari perhatian dengan
berbagai hal yang mengganggu. Ada yang tidak mendengarkan, tidur di kelas,
ataupun berlarian ke sana kemari karena tidak tahan untuk terus menerus
mendengarkan apa yang dijelaskan oleh pengajar di dalam kelas. Dalam situasi
semacam ini, pengajar kreatif dan mempunyai inovasi yang tinggi akan segera
mengganti proses belajar mengajar dengan mempertimbang-kan keragaman gaya
belajar siswa. Tidak lagi kemudian menggunakan metode ceramah, tetapi
menggunakan metode yang lain yang memungkinkan, misalnya diskusi kelompok
ataupun mengajak mereka dalam suatu permainan agar tidak membosankan.
Penjelasan diatas hanyalah sedikit
ringkasan dari Richard M. Felder
and Rebecca Brent (2005) Understanding Student Differences Journal of Engineering Education, 94 (1), 57-72. Akan lebih mengerti apabila membaca bukunya secara utuh.