Minggu, 06 April 2014

TUGAS 3 : ANALISIS GAYA BELAJAR DAN ANALISIS JURNAL 4 DAN 10



TUGAS 3
ANALISI, PANDANGAN DAN OPINI
Tugas A : Menganalisis Hasil Tes Gaya Belajar Saya

Learning Styles Results



      Results for: HIDDAYAH MAWARDIANA
 
 
      ACT          X                                        REF
           11  9   7   5   3   1   1   3   5   7   9   11
                              <-- -->
 
      SEN      X                                            INT
           11  9   7   5   3   1   1   3   5   7   9   11
                              <-- -->
 
      VIS  X                                                VRB
           11  9   7   5   3   1   1   3   5   7   9   11
                              <-- -->
 
      SEQ                              X                    GLO
           11  9   7   5   3   1   1   3   5   7   9   11
                              <-- -->
 
          

  • If your score on a scale is 1-3, you are fairly well balanced on the two dimensions of that scale.
  • If your score on a scale is 5-7, you have a moderate preference for one dimension of the scale and will learn more easily in a teaching environment which favors that dimension.
  • If your score on a scale is 9-11, you have a very strong preference for one dimension of the scale. You may have real difficulty learning in an environment which does not support that preference.

ANALISIS GAYA BELAJAR

D
ata diatas adalah hasil tes gaya belajar saya. Nilai yang saya dapatkan  adalah 7 untuk Active, 9 untuk Sensory, 11 untuk Visual, dan 3 untuk Global. Artinya adalah saya pembelajar aktif yang memilih untuk memanipulasi obyek, melakukan percobaan fisik, dan belajar dengan mencoba. Saya menikmati bekerja dalam kelompok untuk mencari tahu masalah. Saya akan bertindak sebelum saya pikir saya cenderung terburu-buru menghakimi dan berpotensi kurang informasi. Saya perlu berkonsentrasi dalam menyimpulkan situasi, dan meluangkan waktu untuk duduk sendiri dalam mencerna informasi yang telah saya berikan sebelum melompat dalam dan mendiskusikannya dengan orang lain.

Tugas B : Menganalisis Jurnal

Dalam hasil Sensory berarti saya tipe orang yang lebih konkret, informasi praktis, dan procedural, serta mencari fakta. Saya terlalu mengandalkan penginderaan, saya dapat cenderung memilih apa yang akrab, dan berkonsentrasi pada fakta-fakta yang saya tahu bukannya inovatif dan beradaptasi dengan situasi baru.
Saya termasuk pelajar visual yang lebih memilih grafik, gambar, dan diagram. Saya akan mencari representasi visual dari informasi.
Dan dalam hasil global berarti saya lebih memilih pendekatan holistik dan sistematis. Saya melihat gambaran besar pertama dan kemudian mengisi detail.

4. LEARNING AND TEACHING STYLES IN ENGINEERING EDUCATION
[Engr. Education, 78(7), 674–681 (1988)]

D
alam buku ini salah satu tujuannya adalah untuk memberikan beberapa pandangan tentang pembelajaran dan pengajaran berdasarkan keahlian Dr. Silverman dalam psikologi pendidikan dan pengalamannya dalam pendidikan teknik yang akan sedikit membantu kita dalam memahami gaya belajar dan mengajar dalam pendidikan teknik.
Penulis percaya bahwa belajar adalah usaha dalam meningkatkan proses pembelajaran yang berbeda melalui prioritas pendekatan pengajaran yang berbeda, metode terbaik pengajaran sekurang-kurangnya di bawah tingkat sekolah pascasarjana. Selanjutnya apakah ia akan disebut masalah pembelajaran berbasis, penemuan belajar, penyelidikan belajar, atau beberapa variasi pada pembahasan. Di sisi lain, metode pengajaran tradisional college adalah kemunduran, dimulai dengan "dasar-dasar" dan melanjutkan ke aplikasi.
Masalah dengan presentasi induktif adalah bahwa hal itu tidak ringkas dan preskriptif. Kita harus mengambil masalah yang rumit atau kumpulan pengamatan atau data dan mencoba untuk memahami itu. Kebanyakan siswa akan mengatakan bahwa mereka lebih suka deduktif presentasi. Perubahan dimensi dimensi verbal visual dan pendengaran.Yang termasuk dalam "Visual" informasi adalah gambar, diagram, grafik, plot, animasi, dll. Sedangkan informasi "pendengaran" ialah kata yang diucapkan dan suara.

Dengan menggunakan kaedah atau pendekatan serta model-model gaya pembelajaran dapat membantu kita mengetahui dan memahami pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk seseorang terutama mahasiswa teknik. Selain itu, pendekatan yang berkesan dapat membantu kita memperkasakan kekuatan diri pelajar dan mengadaptasikan situasi yang boleh membantu ke arah keberkesanan pembelajaran, menjadikan guru yang lebih fleksibel apabila berada di luar suasana pembelajaran ideal dan akhirnya dapat meningkatkan pencapaian pelajar dalam bidang akademik. Hal ini menunjukkan bahawa cara pengajaran guru memainkan peranan penting dalam mempengaruhi prestasi pelajar. Ini bermaksud guru perlu berani, berkeyakinan, berkemahiran dan sentiasa berfikiran positif, kritis serta dinamik dalam usaha menyampaikan ilmu kepada pelajar.

Bagi mahasiswa teknik gaya belajar yang inovatif akan lebih membuat mereka lebih bersemangat dan lebih mudah memahami pembelajaran. Gaya pembelajaran “visual” akan lebih disukai dalam mengajar. Mahasiswa akan cenderung lebih interest terhadap materi yang diberikan.

10. Richard M. Felder and Rebecca Brent (2005) Understanding Student Differences Journal of Engineering Education, 94 (1), 57-72

s
iswa berbeda satu sama lain dalam gaya belajar mereka, termasuk jenis-jenis instruksi yang dapat mereka repon dengan baik, cara mereka memahami studi mereka dan sikap-sikap mereka menanggapi pengetahuan serta peran mereka dalam membangun itu.
Mencirikan siswa gaya belajar siswa, orientasi untuk belajar, dan tingkat pengembangan intelektual teknik siswa harus dinilai dan dianalisis. Perbedaan dalam tiga hal tersebut harus diidentifikasi antara siswa melalui  

  • Tingkat yang berbeda dari kurikulum teknik
  • Siswa dalam berbagai cabang teknik
  • Siswa dari berbagai macam sekolah 
  • Siswa dan mahasiswa dalam disiplin lain
  • Mahasiswa dan fakultas mereka

Pada akhirnya setiap pengajar harus mengenali gaya belajar siswanya, dan pengajar juga harus memiliki sikap seperti gaya belajar yang dimiliki setiap siswanya.
Satu pemahaman dapat berbeda karena dipengaruhi cara penyampain informasi dari pendidik dan modalitas gaya belajar setiap individu. Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda dan bisa belajar dengan lebih baik dengan cara yang berbeda-beda.
Memahami gaya belajar setiap siswa merupakan cara terbaik untuk memaksimalkan proses belajar dikelas. Setelah siswa mengetahui gaya belajar dan metode terbaik, untuk membatu dalam belajarnya, dapat dilihat kemampuan siswa dalam memahami sesuatu akan perkembangan dengan pesat dikelas, bahkan di mata pelajaran yang sebelumnya di anggap susah dan rumit. Pengajar hendaknya melakukan gebrakan-gebrakan baru agar siswa tidak bosan dengan gaya belajar yang itu-itu saja dan dapat dengan mudah memahaminya, salah satu caranya adalah sebagai berikut :

  • Gunakan audio dalam pembelajaran (musik, radio, dll), 
  • Saat belajar, biarkan mereka membaca dengan nyaring dan suara keras, 
  • Seringlah memberi pertanyaan kepada mereka,
  • Menggunakan rekaman,  
  • Biarkan mereka menjelaskan dengan kata-kata,  
  • Biarkan mereka menuliskan apa yang mereka pahami tentang satu mata pelajaran,
  • Belajar berkelompok.
Bayangkan jika pengajar mengajar hanya dengan metode ceramah mulai dari awal hingga akhir, sedangkan dalam satu kelas kecenderungannya lebih banyak pembelajar visual atau kinestetik, maka yang terjadi adalah suasana yang tidak menyenangkan. Siswa-siswa visual dan kinestetis akan mulai merasa bosan dengan apa yang diceramahkan, hingga yang terjadi mereka akan mulai mencari perhatian dengan berbagai hal yang mengganggu. Ada yang tidak mendengarkan, tidur di kelas, ataupun berlarian ke sana kemari karena tidak tahan untuk terus menerus mendengarkan apa yang dijelaskan oleh pengajar di dalam kelas. Dalam situasi semacam ini, pengajar kreatif dan mempunyai inovasi yang tinggi akan segera mengganti proses belajar mengajar dengan mempertimbang-kan keragaman gaya belajar siswa. Tidak lagi kemudian menggunakan metode ceramah, tetapi menggunakan metode yang lain yang memungkinkan, misalnya diskusi kelompok ataupun mengajak mereka dalam suatu permainan agar tidak membosankan.
Penjelasan diatas hanyalah sedikit ringkasan dari Richard M. Felder and Rebecca Brent (2005) Understanding Student Differences Journal of Engineering Education, 94 (1), 57-72. Akan lebih mengerti apabila membaca bukunya secara utuh.

Sabtu, 05 April 2014

TUGAS 2



Judul buku     : TEORI MOTIVASI DAN APLIKASINYA
Penulis           :  PROF. DR. SONDANG P SIAGIAN, MPA








ANALISIS, PANDANGAN DAN PENDAPAT



D
alam buku ini bab I merupakan pendahuluan, berisi dasar-dasar kerangka acuan yang berhubungan dengan teori motivasi dan aplikasinya. Garis besar pada bab ini adalah bahwa manusia merupakan unsur terpenting dalam seluruh proses administrasi dan manajemen, terlepas dari kenyataan dalam organisasi apa proses tersebut berlangsung. Pemahaman tentang Administrasi dan manajemen dapat dilakukan dengan 4 pendekatan yang dilihat dari sudut pandang :

  1. Administrasi dan manajemen dengan berbagai unsurnya
  2. Administrasi dengan komponennya 
  3. Administrasi dilihat dari segi prosesnya, dan
  4.  Administrasi dengan analisis alur pemikiran yang logis.

Dijelaskan pada bab ini bahwa pendekatan apapun yang digunakan untuk memahami proses Administrasi dan manajemen, manusia dengan identitas yang khas adalah manusia dengan harkat dan martabat yang harus diakui, dihormati dan dijunjung tinggi. Salah satu cara untuk menjaga dan mewujudkan itu semua adalah dengan menggunakan teknik motivasi yang tepat.
Bab II dengan judul “Pemahaman Teori Motivasi Dengan Pendekatan Multidisipliner”. Sebagai salah satu cabang ilmiah, motivasi merupakan bidang spesialisasi yang berada dalam ruang lingkup ilmu-ilmu social. Karena teori motivasi diterapkan pada manusia dalam kehidupan berorganisasinya, motivasi tidak mungkin dipahami dalam keadaan terasingkan melainkan harus dihubungkan dengan berbagai teori yang dikembangkan oleh ilmu-ilmu lain, terutama ilmu sosial.
Menurut Prof. Dr. Sondang P. Siagian, MPA, teori motivasi diterapkan dalam menjalankan roda Administrasi, dan dalam bab II ini dibahas secara singkat perkembangan Administrasi sebagai seni dan ilmu pengetahuan untuk penekanan betapa pentingnya peran manusia dalam proses Administrasi yang diakui sejak dahulu.
Bab III penulis beri judul “factor-faktor Berpengaruh Pada Kompleksitas Manusia dan Motivasinya”. Inti tema bab ini adalah bahwa karena setiap manusia berkarya dalam suatu organisasi ialah individu dengan iddentitas yang khas, salah satu tantangan bagi setiap Atasan adalah mengenali para bawahannya secara individual. Agar seorang Atasan dapat berbuat hal tersebut, berbagai factor yang berpengaruh pada identitas seseorang mutlak perlu dipahami, antara lain: Karakteristik, kepribadian, persepsi, kemampuan belajar, nilai-nilai yang dianut, sikap, kepuasan kerja dan kemampuan.
Bab IV dengan judul “Motivasi dan Pemuasan Berbagai Kebutuhan Manusia”. Saat ini semakin disadari bahwa kehidupan berkarya seseorang dikaitkan tidak lagi hanya pada peningkatan taraf hidupnya, yang berarti pemuasan kebutuhan yang bersifat kebendaan, melainkan juga oeningkatan mutu hidup. Pandangan demikianlah yang mendorong para ilmuan untuk terus mengembangkan teori motivasi. Pada bab ini merupakan inti dari buku ini, dimana para ilmuan memaparkan pandangan mereka mengenai teori motivasi dengan penjelasan-penjelasannya.
Bab V adalah bagian terakhir dari buku ini dengan judul “Aplikasi Teori Motivasi”. Inti dari bab ini ialah bahwa aplikasi teori motivasi perlu dipikirkan terus-menerus oleh setiap orang yang menduduki jabatan manajerial dan penerapannya mencakup seluruh proses manajemen sumber daya manusia. Aplikasi teori motivasi langsung maupun tidak langsung berlaku pada langkah-langkah yang biasanya diambil dalam mengolah sumber daya manusia sebagai unsur terpenting dalam kehidupan organisasi sosial.