Judul : METODE
PEMBELAJARAN DALAM STUDENT-CENTERED LEARNING (SCL)
Penulis : Urip Susanto
RINGKASAN
S
|
CL diperlukan karena konsekuensi
penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), proses pembelajaran yang sesuai
dengan SCL. SCL juga diperlukan untuk mengantisipasi dan mengakomodasi
perubahan dalam bidang sosial, politik, ekonomi, teknologi dan lingkungan, yang
menyebabkan informasi dalam buku teks dan artikel-artikel yang ditulis lebih
cepat kadaluarsa. Selain itu, di masa mendatang, dunia kerja membutuhkan tenaga
kerja yang berpendidikan baik, yang mampu bekerja sama dalam tim, memiliki
kemampuan memecahkan masalah secara efektif, mampu memproses dan memanfaatkan
informasi, serta mampu memanfaatkan teknologi secara efektif dalam pasar
global, dalam rangka meningkatkan produktivitas. Oleh sebab itu, proses
pembelajaran harus difokuskan pada pemberdayaan dan peningkatan kemampuan
mahasiswa dalam berbagai aspek ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Mahasiswa
sebagai subyek pembelajaran, yang perlu diarahkan untuk belajar secara aktif
membangun pengetahuan dan keterampilannya dengan cara bekerjasama dan
berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait.
Untuk dapat
menerapkan konsep ini, dapat dilakukan dengan menggunakan metode-metode seperti
small group discussion, simulation, case study, discovery learning (DL),
self directed (learning (SDL), cooperative learning (CL), collaborative
learning (CBL), contextual instruction (CI), project based learning (PJBL) dan
Problem based learning an Inquiry (PBL).
Untuk dapat
menerapkan SCL ini dengan baik, sebelumnya kita akan bahas satu-persatu
metode-metode tersebut.
a. Small
Group Discussion
Diskusi
merupakan salah satu elemen belajar secara aktif dan merupakan bagian dari
banyak model pembelajaran SCL yang lain, seperti CL, CbL, PBL dan lain-lain. Di
dalam kelas, kita dapat meminta para mahasiswa untuk membuat kelompok kecil
(misalnya 5 – 10 orang) untuk mendikusikan bahan yang dapat diberikan oleh
dosen ataupu bahan yang diperoleh sendiri oleh anggota kelompok tersebut.
Metode ini
dapat digunakan ketika akan menggali ide, menyimpulkan poin penting, mengakses
tingkat skill dan pengetahuan mahasiswa, mengkaji kembali topik di
kelas sebelumnya, membandingkan teori, isu dan interprestasi, dapat juga untuk
menyelesaikan masalah.
Apa yang akan
di dapat oleh mahasiswa, ketika metode ini diterapkan di kelas? Mahasiswa akan
belajar untuk menjadi pendengar yang baik, bekerjasama untuk tugas bersama,
memberikan dan menerima umpan balik yang konstruktif, menghormati perbedaan
pendapat, mendukung pendapat dengan bukti, serta menghargai sudut pandang yang
bervariasi.
b. Simulation
Simulasi
adalah model yang membawa situasi yang mirip dengan sesungguhnya ke dalam
kelas. Misalnya simulasi sebagai seorang manajer atau pemimpin, mahasiswa diminta
untuk membuat perusahaan fiktif, kemudian di minta untuk berperan sebagai
manajer atau pemimpin dalam perusahaan tersebut.
Simulasi ini
dapat berbentuk permainan peran (role playing). Permainan-permainan
simulasi dan lain-lain.
Apa manfaat
dari model ini? Simulasi ini dapat mengubah cara pandang (mindset)
mahasiswa dengan jalan: mempraktekkan kemampuan umum (dalam komunikasi verbal
dan nonverbal), mempraktekkan kemampuan khusus mempraktekkan kemampuan tim,
mengembangkan kemamapuan menyelesaikan masalah, mengembangkan kemampuan empati
dan lain-lain.
c. Discovery
Learning (DL)
DL adalah
metode belajar yang difokuskan pada pemanfaatan informasi yang tersedia, baik
yang diberikan dosen maupun yang dicari sendiri oleh mahasiswa, untuk membangun
pengetahuan dengan cara belajar mandiri.
Metode ini
dapat dilakukan misalnya dengan memberikan tugas kepada mahasiswa untuk
memperoleh bahan ajar dari sumber-sumber yang dapat diperoleh melalui internet
atau melalui buku, Koran, majalah dan lain sebagainya.
d. Self Directed Learning
(SDL)
SDL adalah
proses belajar yang dilakukan atas inisiatif individu mahasiswa sendiri.
Mahasiswa sendiri yang merencanakan, melaksanakan dan menilai sendiri terhadap
pengalaman belajar yang telah dijalani, dilakukan semuanya oleh individu yang
bersangkutan.
Peran dosen
dalam metode ini hanya bertindak sebagai fasilitator, yang memberi arahan,
bimbingan dan konfirmasi terhadap kemajuan belajar yang telah dilakukan
individu mahasiswa tersebut.
Manfaat dari
metode ini adalah menyadarkan dan memberdayakan mahasiswa, bahwa belajar adalah
tanggung jawab mereka sendiri. Individu mhasiswa didorong untuk bertanggung
jawab terhdapa semua fikiran dan tindakan yang dilakukannya.
Untuk dapat
menerapkan metode ini, sebelumnya kita harus dapat memenuhi asumsi bahwa
kemampuan mahasiswa semestinya bergeser dari orang yang tergantung pada orang
lain menjadi individu yang mampu belajar mandiri.
e. Cooperative
Learning (CL)
CL merupakan
metode belajar berkelompok yang dirancang oleh dosen untuk memecahkan suatu
masalah/kasus atau mengerjakan suatu tugas. Kelompok ini terdiri dari atas
beberapa orang mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik yang beragam.
Metode ini
sangat terstruktur, karena pembentukan kelompok, materi yang dibahas,
langkah-langkah diskusi serta produk akhir yang harus dihasilkan, semuanya
ditentukan dan dikontrol oleh dosen. Mahasiswa hanya mengikuti prosedur diskusi
yang dirancang oleh dosen.
CL bermanfaat
untuk membantu menumbuhkan dan mengasah kebiasaan belajar aktif pada diri
mahasiswa, rasa tanggungjawab individu dan kelompok mahasiswa, kemampuan dan
ketrampilan bekerjasama antar mahasiswa, dan keterampilan sosial mahasiswa.
f. Collaborative
Learning (CbL)
CbL adalah
metode belajar yang menitikberatkan pada kerja sama antar mahasiswa yang
didasarkan pada consensus yang dibangun sendiri oleh anggota kelompok.
Masalah/tugas/kasus memang berasal dari dosen dan bersifat open ended, tetapi
pembentukan kelompok yang didasarkan pada minat, prosedur kerja kelompok,
penentuan waktu dan tempat diskusi/kerja kelompok, sampai dengan bagaimana
hasil diskusi/kerja kelompok ingin dinilai oleh dosen, semuanya ditentukan
melalui consensus bersama antar anggota kelompok.
g. Contextual
Instruction (CI)
CI adalah
konsep belajar yang membantu dosen mengaitkan isi mata kuliah dengan situasi
nyata dalam kehidupan sehari-hari dan memotivasi mahasiswa untuk membuat
keterhubungan antara pengetahuan dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari
sebagai anggota masyarakat, pelaku kerja professional atau manajerial, entrepreneur,
maupun investor.
Contoh:
apabila kompetensi yang dituntut matakuliah adalah mahasiswa dapat menganalisis
faktor-faktor yang mempengaruhi proses transaksi jual beli, maka dalam
pembelajarannya, selain konsep transaksi ini dibahas dalam kelas, juga
diberikan contoh dan mendiskusikannya. Mahasiswa juga diberi tugas dan
kesempatan untuk terjun langsung di pusat-pusat perdagangan untuk mengamati
secara langsung proses transaksi jual beli tersebut, atau bahkan terlibat
langsung sebagai salah satu pelakunya, sebagai pembeli misalnya.
h. Project-based
Learning (PjBL)
PjBL adalah
metode belajar yang sistematis, yang melibatkan mahasiswa dalam belajar
pengetahuan dan ketrampilan melalui proses pencarian/penggalian (inquiry)
yang panjang dan terstruktur terhadap pertanyaan yang otentik dan kompleks
serta tugas dan produk yang dirancang dengan sangat hati-hati
i. Problem-based
Learning/Inquiry (PBL/I)
PBL/I adalah
belajar dengan memanfaatkan masalah an mahasiswa harus melakukan
pencarian/penggalian informasi (inquiry) untuk dapat memecahkan
masalah tersebut.
Pada umumnya,
terdapat empat langkah yang perlu dilakukan mahassiwa dalam PBL/I, yaitu:
a. Menerima masalah yang relevan dengan salah satu/beberapa kompetensi
yang dituntut mata kuliah, dari dosennya.
b. Melakukan pencarian data dan
infromasi yang relevan untuk memecahkan masalah
c. Menata data dan mengaitkan data
dengan masalah
d. Menganalisis strategi pemecahan masalah.
Sekarang,
kita sudah mendapatkan sedikit gambaran mengenai metode-metode pembelajaran
dalam SCL, selanjutnya kita dapat mengembangkan ide kita masing-masing untuk
dapat menerapkan metode-metode tersebut di dalam kelas perkuliahan yang kita
ampu. Tentu saja tidak semua metode-metode tersebut dapat kita terapkan,
tergantung juga pada mata kuliah yang kita ajarkan. Namun demikian kita dapat
menerapkan metode tersebut sesuai dengan mata kuliah yang kita ajarkan.
Diharapkan
juga setelah mencoba menggunakan salah satu metode-metode di atas kita dapat
mengevaluasi hasil sebelum dan sesudah. Apakah terdapat perubahan dalam hal
penilaian mahasiswa terhadap dosen, penilaian dosen terhadap mahasiswa, ataupun
sikap mahasiswa dalam menerima perkuliahan di kelas.
Jika
Bapak/Ibu dosen sudah menerapkan salah satu atau beberapa metode di atas,
kemudian mengevaluasi dan mendapatkan suatu kemajuan atau keberhasilan,
diharapkan dapat membagikan atau mensharingkan pengalamannya kepada
dosen-dosen lain, siapa tahu kita mendapat insight dalam memajukan
metode pembelajaran di kelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar