A.
Pengertian
I
|
lmu pengetahuan
merupakan usaha manusia untuk memahami gejala dan fakta alam, dan melestarikan
pengetahuan tersebut secara konseptional dan sistematis. Sedangkan teknologi
adalah usaha manusia untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan itu untuk kepentingan
dan kesejahteraan. Karena hubungan tersebut maka perkembangan ilmu pengetahuan
selalu terkait dengan perkembangan teknologi, demikian pula sebaliknya.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai ciri eksponensial yaitu
semakin lama semakin cepat, karena hasil dari suatu tahap menjadi dasar dan
alasan bagi tahap selanjutnya. Ditinjau dari peran ekonominya teknologi
merupakan pendorong utama bagi penciptaan nilai tambah ekonomis. Nilai tambah
ini dinikmati oleh para pelaku ekonomi, sehingga menaikkan kualitas
kehidupannya.
Dengan naiknya kualitas kehidupan maka semakin
besar pula dorongan untuk penciptaan nilai tambah agar peningkatan kualitas
hidup itu berkesinambungan. Tidak mengherankan bahwa bukan saja perkembangannya
semakin cepat tapi peranan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam masyarakat
modern bertambah lama bertambah penting. Pengembangan ilmu pengetahuan berjalan
aktif di segala bidang yaitu kesehatan, pertanian, ilmu ekonomi, ilmu sosial,
ilmu pengetahuan alam dan sebagainya. Akan tetapi jika diamati lebih teliti ada
empat bidang ilmu pengetahuan dan teknoilogi strategis yang akan menentukan
masa depan dunia, dna karena itu akan berkembang dengan cepat dan dengan
prioritas yang tinggi bagi umat manusia, yaitu :Material, Energi, Mikroelektronik
dan Bioteknologi. Secara umum teknologi deawasa ini telah merambah
kepada berbagai aspek di masyarakat, tidakhnya untuk industri, ekonomi, sosial
maupun pendidikan dan khususnya pembelajaran.
Proses dan produk teknologi yang dihasilkan,
tidak semuanya dapat dimanfaatkan dan secara relevan dapat dimanfaatkan untuk
pendidikan terutama untuk proses dan hasil pembelajaran. Produk teknologi
seperti bioteknologi, mikroteknologi dan material tidak secara langsung
diguanakn sebagi alat dan bahan untuk pembelajaran. Dengan demikian teknologi
yang secara langsung relevan dengan pembelajaran adalah disesuaikan dengan
makna pembelajaran itu sendiri. Ase Suherlan (200 : 48) mengemukakan bahwa
pembelajaran pada hakikatnya merupakan komunikasi yang transaksional yang bersifat
timbal balik baik diantara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa dan
lingkungan belajar dalam upaya mencapaian tujuan pembelajaran. Dari makna
pembelajaran di atas terdapat makna inti bahwa pembelajaran harus mengandung
unsur komunikasi dan informasi. Dengan demikian produk dan proses teknologi
yang dibutuhkan dalam pembelajaran sesuai dengan karakteristik tersebut. Dengan
demikian teknologi yang berhubungan langsung dengan pembelajaran adalah
teknologi informasi dan komunikasi ( Information Communication and
Technology). Teknologi Informasi menekankan pada pelaksanaan dan
pemprosesan data seperti menangkap, mentransmisikan, menyimpan, mengambil,
memanifulasi atau menampilkan data dengan menggunakan perangkat-perangkat
teknologi elektronik terutama komputer. Makna teknologi informasi tersebut
belum menggambarkan secara langsung kaitannya dengan sistem komunikasi, namum
lebih pada pengolahan data dan
informasi.
Sedangkan teknologi komunikasi menekankan pada penggunaan
perangkat teknologi elektronika yang lebih menekankan pada aspek
ketercapaian tujuan dalam proses komunikasi, sehingga data dan informasi yang
diolah dengan teknologi informasi harus memenuhi kriteria komunikasi yang
efektif. Sebagai contoh salah satu aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi
adalah videoconference, yang menggunakan teknologi informasi untuk
menghubungkan (networking) antar clien dengan fasilitas internet,
pesan-pesan yang disampaikan oleh kedua belah pihak diterima, diolah,
dianalisis dan ditrasmisikan, oleh teknologi informasi sehingga sampai pada
masingmasing pihak melalui internet dengan jaringan satelit atau kabel. Peran
teknologi komunikasi adalah mengatur mekanisme komunikasi antar kedua belah
pihak dengan cara desain komunikasi yang sesuai, visualisasi jelas, pesan teks,
suara, video memenuhi standar komunikasi, pengaturan feed back sehingga
komunikasi berlangsung menjadi dua arah. Secara lebih ringkas, Martin
mengemukakan adanya keterkaitan erat antara Teknologi Informasi dan Komunikasi,
teknologi informasi lebih pada sistem pengolahan informasi sedangkan teknologi
komunikasi berfungsi untuk pengiriman informasi (information delivery). Pembelajaran
Teknologi Informasi dan Komunikasi di sekolah memadukan kedua unsur teknologi
informasi dan teknologi komunikasi menjadi Teknologi Informasi dan Komunikasi
dengan tujuan siswa memiliki kompetensi untuk memanfaatkan teknologi informasi
sebagai perangkat keras dan perangkat lunak untuk mengolah, menganalisis dan
mentransmisikan data dengan memperhatikan dan memanfaatkan teknologi komunikasi
untuk memperlancar komunikasi dan produk teknologi informasi yang dihasilkan
bermanfaat sebagaia alat dan bahan komunikasi yang baik.
B. Teknologi dan Hubungannya
dengan Metodologi Pembelajaran
K
|
ata teknologi sering dipahami oleh orang awam sebagai sesuatu yang
berupa mesin atau hal-hal yang berkaitan dengan permesinan, namun sesungguhnya
teknologi pendidikan memiliki makna yang lebih luas, karena teknologi
pendidikan merupakan perpaduan dari unsur manusia, mesin, ide, prosedur, dan pengelolaannya (Hoba, 1977) kemudian
pengertian tersebut akan lebih jelas dengan
pengertian bahwa pada hakikatnya teknologi adalah penerapan dari ilmu atau
pengetahuan lain yang terorganisir ke dalam tugas-tugas praktis (Galbraith, 1977). Keberadaan teknologi harus dimaknai
sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dan teknologi tidak
dapat dipisahkan dari masalah, sebab teknologi lahir dan dikembangkan untuk
memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh manusia. Berkaitan dengan hal
tersebut, maka teknologi pendidikan juga dapat dipandang sebagai suatu produk
dan proses (Sadiman, 1993). Sebagai suatu produk teknologi pendidikan mudah
dipahami karena sifatnya lebih konkrit seperti radio, televisi, proyektor, OHP
dan sebagainya. Sebagai sebuah proses teknologi pendidikan bersifat abstrak.
Dalam hal ini teknologi pendidikan bisa dipahami
sebagai sesuatu proses yang kompleks, dan terpadu yang melibatkan orang,
prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari
jalan untuk mengatasi permasalahan, melaksanakan, menilai, dan mengelola
pemecahan masalah tersebut yang mencakup semua aspek belajar manusia. (AECT,
1977). Sejalan dengan hal tersebut, maka lahirnya teknologi pendidikan lahir
dari adanya permasalahan dalam pendidikan. Permasalahan pendidikan yang mencuat
saat ini, meliputi pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan,
peningkatan mutu / kualitas, relevansi, dan efisiensi pendidikan. Permasalahan
serius yang masih dirasakan oleh pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga
pendidikan tinggi adalah masalah kualitas, tentu saja ini dapat di pecahkan
melalui pendekatan teknologi pendidikan. Terdapat tiga prinsip dasar dalam
teknologi pendidikan sebagai acuan dalam pengembangan dan pemanfaatannya, yaitu
: pendekatan sistem, berorientasi pada mahasiswa, dan pemanfaatan sumber
belajar (Sadiman, 1984). Prinsip pendekatan
sistem berarti bahwa penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran perlu diseain
/ perancangan dengan menggunakan pendekatan sistem. Dalam merancang
pembelajaran diperlukan langkah-langkah procedural meliputi : identifikasi
masalah, analisis keadaan, identifikasi tujuan, pengelolaan pembelajaran, penetapan metode, penetapan media evaluasi
pembelajaran (IDI model, 1989) . Prinsip berorientasi pada mahasiswa beratri
bahwa dalam pembelajaran hendaknya memusatkan perhatiannya pada peserta didik
dengan memperhatikan karakteristik,minat, potensi dari mahasiswa. Prinsip
pemanfaatan sumber belajar berarti dalam pembelajaran mahasiswa hendaknya dapat
memanfaatkan sumber belajar untuk mengakses
pengetahuan dan keterampilan yang
dibutuhkannya.Satu hal lagi lagi bahwa teknologi pendidikan adalah satu bidang
yang menekankan pada aspek belajar mahasiswa. Keberhasilan pembelajaran yang
dilakukan dalam satu kegiatan pendidiakan adalah bagaimana mahasiswa dapat
belajar, dengan cara mengidentifikasi, mengembangkan, mengorganisasi, serta
menggunakan segala macam sumber belajar. Dengan demikian upaya pemecahan
masalah dalam pendekatan teknologi pendidikan adalah dengan mendayagunakan
sumber belajar. Hal ini sesuai dengan ditandai dengan pengubahan istilah dari
teknologi pendidikan menjadi teknologi pembelajaran. Dalam definisi teknologi
pembelajaran dinyatakan bahwa ” Teknologi pendidikan adalah teori dan praktek
dalam hal desain, pengembangan, pemanfaatan, mengelolaan, dan evaluasi terhadap
sumber dan proses untuk belajar” (Barbara, 1994).
C. Fungsi Teknologi Informasi dan
Komunikasi dalam pembelajaran
T
|
eknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) memilliki tiga fungsi utama yang digunakan dalam
kegiatan pembelajaran, yaitu (1) teknologi berfungsi sebagai alat (tools),
dalam hal ini TIK digunakan sebagai alat bantu bagi pengguna (user) atau siswa
untuk membantu pembelajaran, misalnya dalam mengolah kata, mengolah angka,
membuat unsur grafis, membuat database, membuat program administrative untuk
siswa, guru dan staf, data kepegawaian, keungan dan sebagainya. (2) Teknologi
berfungsi sebagai ilmu pengetahuan (science). Dalam hal ini teknologi sebagai
bagian dari disiplin ilmu yang harus dikuasai oleh siswa. Misalnya teknologi
komputer dipelajari oleh beberapa jurusan di perguruan tinggi seperti informatika,
manajemen informasi, ilmu komputer. Dalam pembelajaran di sekolah sesuai
kurikulum 2006 terdapat mata pelajaran TIK sebagai ilmu pengetahuan yang harus
dikuasi siswa semua kompetensinya. (3) Teknologi berfungsi sebagai bahan dan
alat bantu untuk pembelajaran (literacy). Dalam hal ini teknologi
dimaknai sebagai bahan pembelajaran sekaligus sebagai alat bantu untuk
menguasai sebuah kompetensi berbantuan komputer. Dalam hal ini komputer telah
diprogram sedemikian rupa sehingga siswa dibimbing secara bertahap dengan
menggunakan prinsip pembelajaran tuntas untuk menguasai kompetensi. Dalam hal
ini posisi teknologi tidak ubahnya sebagai guru yang berfungsi sebagai :
fasilitator, motivator, transmiter, dan evaluator.
D. Peran Teknologi (ICT) dalam Metodologi Pembelajaran
S
|
ebagai bagian dari pembelajaran, teknologi / ict memiliki tiga
kedudukan, yaitu sebagai suplemen, komplemen, dan substitusi.
a. Peran Tambahan (suplemen)
Dikatakan berfungsi sebagai suplemen (tambahan),
apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan
materi pembelajaran melalui ICT atau tidak. Dalam hal ini, tidak ada
kewajiban/keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran
melalui ICT. Sekalipun sifatnya hanya opsional, peserta didik yang
memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan. Walaupun
materi pembelajaran melalui ICT berperan sebagai suplemen, para dosen /guru
tentunya akan senantiasa mendorong, mengggugah, atau menganjurkan para peserta
didiknya untuk mengakses materi pembelajaran melalui ICT yang telah disediakan.
b. Fungsi Pelengkap
(Komplemen)
Dikatakan berfungsi sebagai komplemen
(pelengkap), apabila materi pembelajaran melalui ICT diprogramkan untuk
melengkapi materi pembelajaran yang diterima peserta didik di dalam kelas.
Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran melalui ICT diprogramkan untuk
menjadi materi reinforcement (pengayaan) yang bersifat enrichment atau
remedial bagi peserta didik di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran
konvensional.
c. Fungsi Pengganti (substitusi)
Beberapa perguruan tinggi di negara-negara maju
memberikan beberapa
alternatif model kegiatan pembelajaran/perkuliahan
kepada para mahasiswanya. Tujuannya adalah untuk membantu mempermudah para
maasiswa mengelola kegiatan pembelajaran/ perkuliahannya sehingga para
mahasiswa dapat menyesuaikan waktu dan aktivitas lainnya dengan kegiatan
perkuliahannya. Sehubungan dengan hal ini, ada 3 alternatif model kegiatan
pembelajaran yang dapat dipilih para mahasiswa, yaitu apakah mereka akan
mengikuti kegiatan pembelajaran yang disajikan secara (1) konvensional (tatap
muka) saja, atau (2) sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui
internet, atau bahkan (3) sepenuhnya melalui internet. Alternatif model
pembelajaran manapun yang akan dipilih oleh
para mahasiswa tidak menjadi masalah dalam penilaian. Artinya, setiap mahasiswa
yang mengikuti salah satu model penyajian materi perkuliahan akan mendapatkan
pengakuan atau penilaian yang sama. Jika mahasiswa dapat menyelesaikan program
perkuliahannya dan lulus melalui cara konvensional atau sepenuhnya melalui
internet, atau bahkan melalui perpaduan kedua model ini, maka institusi
penyelenggara pendidikan akan memberikan pengakuan yang sama.
Keadaan yang sangat fleksibel ini dinilai sangat
membantu para mahasiswa untuk mempercepat penyelesaian perkuliahannya.Para
mahasiswa yang belajar pada lembaga pendidikan konvensional tidak perlu terlalu
khawatir lagi apabila tidak dapat menghadiri kegiatan perkuliahan secara fisik
karena berbenturan dengan kepentingan lain yang tidak dapat ditinggalkan atau
ditangguhkan. Apabila lembaga pendidikan konvensional tersebut menyajikan
materi pembelajaran yang dapat diakses para mahasiswa melalui internet, maka
mahasiswa dapat mempelajari materi perkuliahan yang terlewatkan tersebut
melalui internet.
Dapat terjadi demikian karena para mahasiswa
diberi kebebasan mengikuti kegiatan perkuliahan yang sebagian disajikan secara
tatap muka dan sebagian lagi melalui internet (model pembelajaran kedua). Di
samping itu, para mahasiswa juga dimungkinkan untuk tidak sepenuhnya menghadiri
kegiatan perkuliahan secara fisik. Sebagai penggantinya, para mahasiswa belajar
melalui internet (model pembelajaran ketiga).
A. Aplikasi Teknologi Dalam Metodologi Pembelajaran Seni
1. Pemanfaatan Sumber Belajar
Belajar mengajar sebagai suatu proses merupakan
suatu sistem yang tidak
terlepas dari sistem yang lainnya yang saling
berinteraksi. Salah satu komponen dalam
pembelajaran adalah sumber belajar (learning resources). Sumber belajar lahir dalam upaya untuk meningkatkan kadar hasil belajar.
Secara sederhana sumber belajar adalah daya
yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembelajaran
untuk kemudahan kepada mahasiswa dalam belajar memeahami dan memperoleh suatu keterampilan (performace) dalam
pembelajaran. Dalam pengembangannya, sumber
belajar dapat dibedakan menjadi dua macam,
yaitu pertama, sumber belajar yang dirancang atau secara sengaja dibuat untuk pembelajaran disebut juga learning resources by
design misalnya : buku, brosur, ensiklopedia,
film, video, tape, slide, film strip, dll, kedua sumber belajar dimanfaatkan dan tidak secara sengaja dirancang untuk
pembelajaran yang ada disekitar kita.Sumber belajar
ini disebut juga learning resources by utilization. Misalnya : alam sekitar, pasar, toko, museum, tokoh
masyarakat dan sebagainya.
Semua sumber belajar baik yang dirancang maupun
yang tidak dirancang dapat
diklasifikasikan yang meliputi : orang, peralatan,
teknik dan metode, dan lingkungan. Secara
rinci sumber belajar terdiri dari :
a. Istilah people atau man sebagai pihak yang menyelurkan pesan
pembelajaran misalnya dosen, guru / dosen, penceramah, dll.
b. Media instrumentation meliputi matterial dan device sebagai
bahan (software)
dan perlengkapan (hardware)
c. Technice atau Methode sebagai cara atau metode dalam
menyampaikan informasi.
d. Environment atau setting sebagai lingkungan tempat interaksi
belajar mengajar
terjadi.rancang
Digunakan
1. Pesan (Massage) Informasi yang harus
disalurkan oleh komponen lain berbentuk ide, fakta, pengertian, data
Bahan-bahan pelajaran Cerita rakyat, dongeng, legenda, nasihat, dll.
2. Manusia (People) Orang-orang yang menyampaikan
informasi atau menyalurkan pesan (informasi pembelajaran) Guru / dosen, dosen,
mahasiswa, pembicara pakar, konsultan, Pemuka masyarakat, pengusaha, politisi,
pimpinan kantor, responden, dll
3. Bahan (material) Sesuatu bisa disebut
media / software yang mengandung pesan untuk disajikan melalui pemakaian
Transparansi, film slide, buku, bagmbar, liflet, brosur, modul, digital library
(CD buku) Relief, candi, arca, peralatan teknik, dll. 6 peralatan
4. Peralatan (device) Sesuatu dapat
disebut media (hardware, yang menyalurkan pesan, untuk disajikan bersama dengan
software) OHP, Multimediua projector, Slide projector, Film, TV, Kamera,
Whiteboard Generator, peralatan kesenian, alat-alat kendaraan, mesin, dll
5. Teknik / metode (technice) Prosedur
yang disiapkan dalam mempergunakan bahan pelajaran , peralatan, situasi,
kondisi peralatan untuk menyampaikan pesan Ceramah, diskusi, Contextual
Teaching Learning, Simulasi, Demonstrasi, Kuliah, Seminar, Belajar Mandiri.
Permainan, saresehan, percakapan biasa (spontanitas), dll.
6. Lingkungan (Setting) Situasi sekitar
dimana pesan disalurkan / ditransmisikan Ruang kelas laboratorium seni,
perpustakaan, auditorium Taman, kebun, gunung, bukit, musieum, toko, tempat
wisata.
2. Penggunaan Media Pembelajaran
Secara sederhana istilah media dapat
didefinisikan sebagai perantara atau pengantar. Sedangkan istilah pembelajaran
adalah kondisi untuk membuat seseorang melakukan kegiatan belajar. Dengan
merujuk pada devinisi tersebut maka media pembelajaran adalah wahana penyalur
pesan atau informasi belajar sehingga mengkondisikan seseorang untuk belajar
atau berbagai jenis sumberdaya yang dapat difungsikan dalam proses
pembelajaran, berdasarkan ruang lingkup sumber belajar di atas, maka media
pembelajaran merupakan bagian dari sumber belajar yang menakankan pada software
atau perangkat lunak dan hardware atau perangkat keras.Nilai media ditentukan
oleh fungsinya yang sangat kuat untuk meningkatkan kadar hasil belajar,
beberapa fungsi media meliputi :
·
Menangkap suatu objek atau peristiwa tertentu.Peristiwa-peristiwa
penting atau objek yang langka, dapat di abadikan dengan foto film atau direkam
melalui radio kemudian peristiwa itu dapat disampaikan dan dapat digunakan
manakala diperlukan.Guru / dosen dapat menjelaskan proses terjadinya gerhana
matahari yang langka melalui hasil rekaman video. Atau bagaimana proses
perkembangan ulat menjadi kupu-kupu proses perkembangan bayi dalam rahim dari
mulai sel telur dibuahi sampai menjadi embrio dan berkembang menjadi bayi. Dalam
pelajaran IPS guru / dosen dapat menjelaskan bagaimana terjadinya peristiwa
proklamasi melalui tayangan film dan sebagainya.
·
Memanipulasi keadaan, peristiwa atau objek tertentu.Dengan
menggunakan model sebagai media, maka guru / dosen dapat menyuguhkan pengalaman
yang konkrit kepada mahasiswa. Contohnya, guru / dosen ingin menjelaskan
tentang Candi Borobudur di dalam kelas maka guru / dosen dapat membuat miniatur
atau model candi tersebut dalam ukuran kecil. Demikian juga menjelaskan cara
kerja suatu alat atau organ tubuh manusia seperti jantung maka melalui film
loop yang bergerak terus menerus, cara kerja itu dapat lebih dipahami oleh
sisswa.
·
Kesempatan belajar yang lebih merata. Dengan mengggunakan berbagai
media seperti audio, video, slide suara, dan sebagainya, memungkinkan setiap
orang dapat belajar dimana saja dan kapan saja.
·
Pengajaran lebih berdasarkan ilmu. Dengan menggunakan media proses
belajar mengajar akan lebih terencana dengan baik sebab media dianggap sebagai
bagian yang integral dari sistem belajar mengajar, oleh sebab itu sebelum
pelaksanaannya guru / dosen dihadapkan kepada satu keharusan untuk
mengidentifikasi dan karakteristik itu mahasiswa sehubungan dengan menggunakan
media.
·
Menampilkan objek yang terlalu besar untuk dibawa keruang kelas.
·
Memperbesar serta memperjelas objek yang terlalu kecil yang sulit
nampak dilihat mata, seperti sel-sel butir darah/molekul bakteri dan
sebagainya.
·
Mempercepat gerakan suatu proses yang terlalu lambat sehingga
dapat dilihat dalam waktu yang relatif cepat.
·
Memperlambat suatu proses gerakan yang terlalu cepat.
·
Menyederhanakan suatu objek yang terlalu komplek.
·
Memperjelas bunyi-bunyian yang sangat lemah sehingga dapat di
tangkap oleh telinga.
Manfaat lain dari media pembelajaran adalah : Pertama, media
dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki mahasiswa, Kedua, media
dapat mengatasi batas ruang kelas Ketiga, dapat memungkinkan terjadinya
iteraksi langsung antara peserta dan lingkungan. Keempat, media dapat
menghasilkan keseragaman pengamat. Kelima, media dapat menanamkan konsep
dasar yang benar, nyata dan tepat. Keenam, media dapat membangkitkan
motifasi dan merangsang peserta untuk belajar dengan baik. Ketujuh, media
dapat membangkitkan keinginan dan minat baru. Kedelapan, media dapat
mengontrol atau kecepatan belajar peserta. Kesembilan, media dapat
memberikan pengalaman yang menyeluruh dari hal-hal yang konkrit sampai yang
abstrak. Pentingnya penggunaan media dalam pembelajaran, diperkuat oleh pendapat
Edgare Dale yang mengemukakan teori yang kemudian lebih dikenal dengan teori
Kerucut Pengalaman : Dalam teori ini keberhasilan belajar diukur dengan kadar
pengalaman belajar yang diperoleh mahasiswa tergantung perlakukannya dalam
belajar, baik perlakukan guru / dosen atau aktivitas mahasiswa ketika belajar.
Berbagai perangkat lunak yang memungkinkan
presentasi dikemas dalam bentuk multimedia yang dinamis dan sangat menarik.
Perkernbangan perangkat lunak tersebut didukung oleh perkernbangan sejumlah
perangkat keras penunjangnya. Salah satu produk yang paling banyak mernberikan
pengaruh dalam penyajian bahan presentasi digital saat ini adalah perkernbangan
monitor, kartu video, kartu audio serta perkernbangan proyektor digital
(digital image projector) yang memungkinkan bahan presentasi dapat disajikan
secara digital untuk bermacam-macam kepentingan dalam berbagai kondisi dan
situasi, serta ukuran ruang dan berbagai karakteristik audience. Tentu saja hal
ini menyebabkan perubahan besar pada trend metode presentasi saat ini.
Pengolahan bahan presentasi dengan menggunakan komputer tidak hanya untuk
dipresentasikan dengan menggunakan alat presentasi digital dalam bentuk
Multimedia projector (seperti LCD, In-Focus dan sejenisnya), melainkan juga
dapat dipresentasikan melalui peralatan proyeksi lainnya, seperti over head
projector (OHP) dan film slides projector yang sudah lebih dahulu diproduksi.
Sehingga lembaga atau instansi yang belum memiliki perangkat alat
presentasi digital akan tetapi telah memiliki kedua alat tersebut, dapat
memanfaatkan pengolahan bahan presentasi melalui komputer secara maksimal.
Dalam sudut pandang proses pernbelajaran, presentasi merupakan salah satu
metode pernbelajaran. Penggunaannya yang menempati frekuensi paling tinggi
dibandingkan dengan metode lainnya. Berbagai alat yang dikernbangkan, telah
mernberikan pengaruh yang sangat basar bukan hanya 10 pada pengernbangan
kegiatan praktis dalam kegiatan presentasi pembelajaran akan
tetapi juga pada terori-teori yang mendasarinya. Perkembangan terakhir pada
bidang presentasi dengan alat bantu komputer telah menyebabkan perubahan
tuntutan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dalam berbagai aspek.
Diantaranya tuntutan terhadap peningkatan kemampuan dan keterampilan para guru
/ dosen, dosesn, instruktur/widiaiswara serta para professional lainnya di
dalam mengolah bahan-bahan pembelajaran/pelatihan ke dalam media presentasi
yang berbasis komputer.
4. Penggunaan bahan Pembelajaran Interaktif (CBI)
Berkembangnya ilmu dan teknologi, membawa
perubahan pula pada learning matterial atau bahan belajar. Sebelum
berkembangnya teknologi komputer bahan belajar yang pokok digunakan dalam dunia
pendidikan adalah semua yang bersifat Printed Matterial, seperti halnya
buku, modul, makalah, majalah, koran, tabloid, jurnal, hand out liflet, buklet
dan sebagainya yang semuanya menggunakan bahan tercetak. Adanya perubahan dalam
bidang teknologi khususnya teknologi informasi, membawa paradigma baru pada
larning matterial dan Learning Method. Produk TI dewasa ini telah
memberikan alternatif berupa bahan belajar yang dapat digunakan dan diakses
oleh peserta didik yang tidak dalam bentuk kertas namun berbentuk CD, DVD,
Flashdisk, dll. Inti dari bahan tersebut adalah berupa program/software yang
dapat dimanfaatkan apakah sekedar mengambil data, membaca, download bahkan
sampai berinteraksi antara program dengan mahasiswa dan guru / dosen dengan
memanfaatkan komputer sebagai perangkat utama. Dalam terminologi teknologi
pembelajaran konsep tersebut dikenal dengan istilah pembelajaran berbasis
komputer atau CBI (Computer Based Instruction). Dalam hal ini komputer
tidak hanya dimaknai sebagai ilmu yang harus dipelajari mahasiswa (computer
as science) namun komputer sebagai alat yang membantu untuk mempebelajari
berbagai materi pelajaran (computer as tools).
Karakteristik CBI :
a. Representasi Isi
Pembelajaran interaktif tidak sekedar
memindahkan teks dalam buku, atau modul menjadi Pembelajaran interaktif ,
tetapi materi diseleksi yang betul-betul representatif untuk dibuat
Pembelajaran interaktif. Misalnya khusus materi yang perlu terdapat unsur
animasi, video, simulasi, demonstrasi dan games, mahasiswa tidak hanya membaca
teks tetapi juga melihat animasi tentang sebuah proses menyerupai proses yang
sebenarnya, sehingga mempermudah pemahaman dengan biaya yang relatif lebih
rendah dibanding langsung pada objek nyata.
b. Visualisasi dengan video dua dimensi , tiga dimensi dan animasi
Materi dikemas secara multi media terdapat
didalamnya teks, animasi, sound
dan video sesuai tuntutan materi. Teknologi 2D dan 3D
dengan kombinasi teks akan mendominasi kemasan
materi, hal ini cukup efektif untuk mengajarkan materi-materi
yang sifatnya aplikatif, berproses, sulit terjangkau, berbahaya apabila
langsung diperaktekan, memiliki tingkat keakurasian tinggi. Misalnya proses perakitan mesin, proses terjadinya hujan, proses
peredaran darah pada tubuh, perubahan wujud
benda dll dengan logika yang sama dapat dibuat dengan
teknologi animasi.
c. Menggunakan warna yang penuh/menarik dan grapik dengan resolusi yang
tinggi.
Tampilan berupa template dibuat dengan Teknologi Rekayasa Digital
dengan resolusi
tinggi tetapi support untuk setiap spech sistem komputer. Tampilan yang menarik dengan memperbanyak image dan objek sesuai tuntutan
materi, akan meningkatkan ketertarikan
mahasiswa terhadap materi pengajaran, tidak membuat
jenuh, bahkan menyenangkan. Penggunaan template banyak warna untuk mahasiswa pra-sekolah dan SD cenderung lebih disukai
sesuai dengan tingkat perkembangannya.
d. Tipe-tipe pembelajaran yang bervariasi.
Kami juga menawarkan variasi type pembelajaran
sesuai dengan kajian teori
dalam “Computer Based Instruction” atau CBI, yakni 4
type pembelajaran : (1) Tipe Pembelajaran
Tutorial, (2) Tipe Pembelajaran Simulasi (3) Tipe Pembelajaran Permainan/Games, (4). Tipe Pembelajaran
Latihan (Drills). Penggunaan type ini dapat
dirancang secara terpisah atau kolaboratif diantara ketiganya, disesuaikan dengan tuntutan materi dan
permintaan pembuatan.
e. Respon Pembelajaran dan Penguatan
Pembelajaran interaktif berbasis Web
memberikanrespon terhadap stimulus yang diberikan oleh mahasiswa
pada saat mengoperasikan program. Komputer telah
diperogram dengan menyediakan data based terhadap kemungkinan jawaban yang diberikan oleh mahasiswa. Selain itu setiap
respon dimungkinkan untuk diberikan penguatan
(reinforcemen) secara otomatis yang telah terprogram,
penguatan terhadap jawaban benar dan salah dari mahasiswa. Reinforcemen diberikan untuk meningkatkan motivasi dan ketertarikan
mahasiswa pada program.
f. Mengembangkan prinsip Self Evaluation
Pembelajaran interaktif berbasis Web juga
menyediakan fasilitas dimana
mahasiswa dapat melatih kemampuan dalam penguasaan
materi dengan menjawab soal-soal yang telah disediakan.
Mahasiswa juga dapat melihat skor hasil
belajar yang diperoleh. Program akan menyediakan fasilitas dimana mahasiswa dapat mengulangi mempelajari materi jika score
belum maksimal. Khusus untuk type pembelajaran
Drills, program dirancang dengan lebih banyak menyuguhkan
soal latihan untuk mengasah kemampuan mahasiswa.
5. teknologi Cetak (Printed Technology)
Bahan pembelajaran dapat dikemas dalam bentuk printed
matterial yaitu bahanbahan
yang tercetak, misalnya modular, pembelajaran
terprogram, bahan ajar suplemen, buku,
booklet, liflet, dan lain-lain. Dengan pendekatan teknologi pendidikan pengemasan bahan ajar perlu memperhatikan
aspek-aspek diantaranya : keterbacaan visual,
belajar tuntas, menarik minat, reinforcemen. Yang
dimaksud dengan keterbacaan visual adalah bahan ajar harus memiliki keterbacaan yang tinggi oleh pengguna diantaranya pemilihan
gambar atau ilustrasi sesuai dengan tema / isi
dibuat sederhana dan tidak terlalu terkesan ramai.
Penggunaan bahasa simplel sesuai dengan kaidah dan tingkat kesulitan bahasan (skup dan seqwence) sesuai dengan tingkatan usia
pembaca. Selain itu diperhatikan juga aspek
pemilihan warna dan penggunaan outline. Beberapa jenis printed matterial diantaranya :
a. Pengajaran Terprogram
Pengajaran terprogram (proggrame instruction)
merupakan salah satu system pembelajaran individual dimaan mahasiswa belajar
dengan program ini dapat
terjadi di luar kelas tanpa kehadiran guru /
dosen..Dalam pembelajaran terprogram terdapat
beberapa model atau tipe yang dikemukakan oleh para ahli secara umum terdapat dua tipe yaitu tipe linear dan tipe
bercabang (branching).
Pada setiap tipe disusun menjadi beberapa frame
atau bingkai.tiap bingkai
mengandung beberapa unsur yaitu : (a) informasi
sesuatu yang disampaikan, (b) pertanyaan
sebagai bahan latihan, (c) respon yang berfungsi sebagai kunci jawaban.
b. Pembelajaran Modular
Modul adalah kesatuan program yang dapat
mengukur tujuan pembelajaran.
Modul juga dapat dipandang sebagai paket program yang
disusun dalam bentuk satuan tertentu guna keperluan belajar. Secara lebih
lengkap modul adalah satu unit program belajar
yang mengajar terkecil yang secara terinci menggariskan (1). Tujuan pokok materi yang dipelajari (tujuan umum) (2).
Tujuan instruksional khusus, (3) Pokok materi
yang akan dipelajari, (4) kedudukan dan fungsi satuan dalam kesatuan program yang lebih luas, (5) peran guru /
dosen dalam kegiatan belajar mengajar, (6)
Alat dan sumber yang akan dipakai, (7)kegiatan belajar mengajar yang akan dilaksanakan dan (8) lembaran-lembaran
kerja mahasiswa yang harus dilaksanakan selama
kegiatan pembelajaran. Manfaat model untuk
pembelajaran adalah : (1). Terdapat peningkatan motivasi belajar secara maksimal, (2) adanya peningkatan kreativitas
guru / dosen dalam mempersiapkan alat dan
bahan-bahan yang diperlukan dan pelayanan individual
yang lebih optimal, (3). Adanya prinsip maju berkelanjutan yang tidak terbatas. (4). Adanya perwujudan belajar yang lebih
berkonsentrasi.
6. Pemanfaatan Internet sebagai Sumber Belajar
Karakteristik internet mengapa diperlukan untuk
pembelajaran adalah Internet
telah menggunakan teks, grafik, video dan juga audio
secara bersamaan. Internet juga dapat
menjangkau student di mana saja tanpa memperhatikan tempat dan waktu. Internet dapat memberikan layanan video
walaupun tidak sebagus videotape, TV ataupun
CD-ROM. Internet dapat berinteraksi secara real time,
tapi tidak sebaik seperti telepon ataupun video konverensi. Internet dapat
memberikan informasi secara tekstual, tetapi tidak
selengkap buku atau majalah.
Tetapi mengapa saat ini Internet sangat
diperlukan? Jawabannya karena Internet mempunyai beberapa keunggulan
dibandingan media lain. Internet mengkombinasikan
kelebihan dari media lain sehingga penyampaian video dan suara lebih baik dari buku, lebih interaktif dari videotape
dan seperti halnya CDROM, Internet dapat
menghubungkan orang dari berbagai tempat dengan mudah
dan cepat. Keuntungan yang lain, Internet bukan hanya media penyampai tetapi juga dapat sebagai content provider. Oleh
karena itu tidak dapat dipungkiri bahwa
Internet merupakan sumber informasi terbesar dan beragam saat ini. Materi suatu
pelajaran merupakan kombinasi dari beberapa elemen, antara lain:
· textual material
· simulation models
· exercises
· problems
· feedback information, etc.
Tiap tipe dari materi tersebut dapat dijelaskan
dan disampaikan dalam beberapa
cara. Hal yang harus diperhatikan dalam penyampaian
suatu materi oleh penyelenggara adalah
selengkap apa materi yang diberikan ke student sehingga menimbulkan respek kepada student terhadap informasi
tersebut dan seberapa jauh materi tersebut
dapat mensupport keinginan student untuk menerima atau memahami instruksi yang diharapkan? Berikut adalah beberapa
hal yang dapat dilakukan dalam proses belajar
melalui Internet:
·
Information servers (manual, buku, expositions, bibliographies,
programs, dll.)
·
Distribusi materi pendidikan (texts, programs)
·
Kurikulum, bimbingan pelajaran dan latihan dalam bentuk hypertext
format
·
Implementasi collaborative work (dynamic hypertext, conferencing
system, co-writing)
·
Question & Answering Antarmuka ke lokal klien (simulasi,
programming environments, tutors, dll.)
Dalam hal disain lingkungan belajar. Membentuk
lingkungan belajar artinya
membentuk suatu lingkungan yang merupakan proses
penyampaian suatu sumber materi dan bagaimana
strategi komunikasi yang digunakan antara guru / dosen dan murid atau antara murid itu sendiri dalam suatu proses
belajar. Komunikasi dapat dilakukan dengan
beberapa cara antara lain melalui videoconference,
email, chatting, ataupun melalui telepon. Keputusan untuk menentukan desain web, email yang digunakan, juga
menginstall system manejemen kursus merupakan
hal yang terpenting dalam pembentukan lingkungan
belajar. Desain proses yang dilakukan penyelenggara pendidikan dapat mengikuti cara konvensional:
o Menentukan karakteristik group student.
o Spesifikasi keinginan
student.
o Identifikasi subyek
materi dan aktivitas penilaian.
o Menentukan strategi pengajaran.
o Desain sumber materi
dan strategi komunikasi yang digunakan.
o Implementasi desain
dalam bentuk percontohan dan dicobakan ke representative students
o Peninjauan dan
validasi kembali desain.
o Install and deliver
o Monitor and review
B. Kesimpulan
Peningkatan kualitas pembelajaran dapat
dilakukan dengan menggunakan
pendekatan Teknologi Pendidikan, yaitu dengan cara
mencari dan mengidentifikasi permasalahan yang
dihadapi dalam belajar kemudian dicarikan pemecahannya melalui aplikasi teknologi pendidikan. Upaya pemecahan
permasalahan pendidikan terutama masalah
kualitas pembelajaran, dapat ditempuh dengan cara penggunaan berbagai sumber belajar dan penggunaan media pembelajaran
yang berfungsi sebagai alat bantu dan meningkatkan
kadar hasil belajar mahasiswa. Beberapa aplikasi
Teknologi Pendidikan yang dapat dijadikan alternatif untuk dipilih adalah :
# Pemanfaatan Sumber
Belajar : Pembelajaran seni dapat menggunakan sumber belajar,
tidak hanya dosen sebagai sumber belajar utama melainkan juga dapat memanfaatkan alat (harware), matterial berupa bahan
pembelajaran, teknik dan juga setting berupa
lingkungan alam sekitar yang dapat dieksplorasi lebih jauh untuk pembelajaran seni.
# Penggunaan multimedia presentasi : Dalam kegiatan mengajar
penggunaan multimedia sudah selayaknya untuk lebih dioptimalkan hal
ini didasari atas alasan kebermaknaan hasil
belajar dan maraknya perangkat multimedia seperti software misalnya Power Point, Director dan Hardware
seperti Multimedia Projector / LCD projector.
# Penggunaan Media Pembelajaran : Berdasarkan riset penggunaan
media, pada umumnya menyatakan bahwa penggunaan media cukup efektif
untuk meningkatkan hasill belajar,
mengaktifkan mahasiswa dan meningkatkan motifasi
belajar.Pembelajaran seni dapat menggunakan pilihan media seperti video, film, media projector, dan printed matterial.
# Penggunaan Pembelajaran Interaktif Berbasis Komputer (CBI) :
Pembelajaran tidak hanya dapat dilakukan secara konvensional (big group)
namun dapat pula dilakukan secara individual
(individual lerning) yang menggunakan perangkat komputer
sebagai alat bantu belajar, dengan program ini mahasiswa secara aktif interaktif dapat belajar secara tuntas terhadap satu materi
pembelajaran.
# Pengembangan Standar Operational Procedur (SOP) untuk Pembelajaran Praktikum
: Hal ini diperlukan untuk meningkatkan pembelajaran untuk peningkatan aspek skill melalui praktikum, dengan
mengetahui prosedur sebelum praktikum
diharapkan resiko ketidak efisiensian pembelajaran akan teratasi.
# Pemanfaatan Internet sebagai Sumber belajar : internet dapat
digunakan sebagai sumber untuk mengeksplorasi pengetahuan ilmu
termasuk pengetahuan tentang seni dan juga
dapat digunakan sebagai saran untuk publikasi informasi dan produk seni.